Jakarta, detif.id
Di sebelah Rumah Doa anak-anak remaja ( Sekolah Minggu) Glory Ministry Church beroperasi satu tempat hiburan berkedok (Panti Pijat ) yang dikelola Linda. Panti Pijat itu tidak memilik Papan nama, namun di dalamnya tersedia kamar-kamar untuk melaksanakan pemijatan sekaligus perzinahan. Panti Pijat itu berlokasi di Perum Ruko Mutiara Taman Palem Blok.C8, No.26 di Jln. Outer Ring Road Kamal Raya Cengkareng, Jakarta Barat.
Baca Juga :Tutup Pijat Esek Esek Berkedok Pijat Refleksi di Pasar Bersih Blok D1/5 Cengkareng, Jakarta Barat
Menurut salah seorang terapis bernama Santa, yang berhasil ditemui wartawan di panti pijat tersebut mengatakan, ”Teman-teman saya ada 7 orang, selebihnya wanita free lance,” katanya. Saat disinggung sertfikat yang tersertifikasi yang dimiliki terapis, Santa mengaku hanya 3 orang yang memiliki sertifikat.

“ Seluruh terapis di panti pijat ini baru 3 orang yang memiliki sertifikat yang tersertifikasi, selebihnya tidak ada, dan hanya bisa melaksanakan tugas,” ujarnya polos. Emang tugasnya ngapain mbak, tanya wartawan. ”Biasa melaksanakan pemijatan,”imbuhnya sembari tersnyum, entah apa arti senyumnya, hanya dia yang tahu.
“ Kalau ada tamu mengajak untuk ML (Making Love) bagaimana ?,”tanya wartawan. “ Tergantung, kalau cocok harga , kita tarik bang, “ katanya serius. Saat disinggung tarif sekali ML, Santa menyebut, ”Kisaran Rp 300 s/d 500 ribu bang,” ujarnya lepas begitu saja.
Lama waktu sekali ML ditentukan Ibu hanya 1 jam. “lebih dari satu jam, tamu harus siap di chas (tambah harga ), “ pungkasnya.
Baca Juga: Segera Tutup el lucha Massage di Rukan Green Like City Yang Berubah Menjadi Ajang Porstitusi?
Perzinahan berkedok panti pijat ini, dikeluhkan sejumlah anggota Jemaat. “Dengan adanya dugaan prostitusi berkedok panti pijat itu membuat kita sebagi jemaat merasa malu, ”Untuk itu kita meminta Dinas Parekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), DKI Jakarta, Andika Permata untuk segera menutup panti pijat tersebut,” ujar Leli ( bukan nama sebnarnya, salah seorang dari anggota jemaat.
Sementara Linda sebagai pengelola, tidak berhasil ditemui detif.id. ”Ibu pergi Rapat,” tukas Santa menambahkan tanpa merici pengelola panti pijat tersebut rapat dimana.
( Radot/ Besli)

