Geliat Pijat Plus-Plus di AB KTV Lounge Tubagus Angke, Jakbar Perdagangkan Manusia?

0
807
AB KTV Lounge Live Music di Jln. Tubagus Angke, Kel. Wijaya Kusuma, Kec. Grogol Petamburan Jakarta Barat

Jakarta,detif.id

Pijat esek- esek memang tidak ada habis habisnya dikupas, apa lagi di Kota Metropolitan. Mulai dari lampu remang-remang pinggir jalan hingga gemerlapnya lampu kamar hotel, semua tersedia.

Belakangan, fenomena ini menjadi primadona para pria hidung belang. Pijat plus-plus sudah menjadi rahasia umum atau bisnis prostitusi berkedok panti pijat (Massage) KTV, semakin marak di kota Metrpolitan Jakarta.

Baca Juga : Bulan Suci Ramadan Mucikari Heny, Tetap Buka Usaha Prostitusi Wijaya 77, Berkedok Panti Pijat?

Surya, Manager AB KTV Lounge Live Music merangkap Papi, menjajakan wanita muda seksi dan berpakaian minim sebagai daya tarik para lelaki hidung belang yang rela menguras kocek dalam dalam untuk dapat menikmati pjat puls-plus dari terapis muda yang cantik.

Geliat pijat plus-plus di AB KTV Lounge Live Music yang lokasi di Jln. Tubagus Angke, yang berada dekat pemukiman penduduk, Kel. Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan Jakarta Barat, selalu ramai dipadati lelaki hidung belang.

Layaknya perawatan tubuh, AB KTV Lounge Live Music menyediakan ruang music dangdut & Diskotik di lantai tiga, dan ruang pijat plus-plus dengan perlengkapan kebersihan, seperti handuk, celana hingga sabun mandi semua tersedia.

Seorang terapis benama Susy (19) bukan nama sebenarnya, wanita pemijat plus-plus menyebutkan dia bias melayani tamu 4 hingga 5 orang setiap malamnya.

Telebih menjelang ahir pekan kita bisa melayani tamu hingga 7 orang. AB KTV Lounge Live Music ini mulai ramai  pukul 21 00 WIB hingga pukul 00 WIB. ”Ya mungkin jam segitu lagi capek capeknya pulang kerja. Kalau hari Minggu pengunjung malah kurang. Yang ramai itu, mulai hari Jumat sampai Sabtu,” ujarnya.

Baca Juga : Pabrik Pelumas Oli Palsu di Neroktok Tangerang Dibuka Kembali Secara Besar-Besaran?

Senada dengan Susy, Waty (19) juga bukan nama sebenarnya, AB KTV Lounge Live Music tempatnya bekerja, mendapat gaji 20 ribu per pelanggan. Karena nominalnya cukup kecil itu, hidupnya bergantung pada uang “tip” dari pelanggan setianya.

“Rata-rata tamu memberi tip Rp. 100 ribu sampai denga Rp. 200 ribu. Kalau sampai Making Love (bercinta) kita nego dengan tarif kisaran Rp 300 ribu sampai dengan Rp 500 ribu rupiah,” katanya.

Sementara bagi lelaki hidung belang, faktor penat dan pekerjaan padat, hingga mencari petualangan pijat plus plus dari terapis di AB KTV Lounge Live Music di Tubagus Angke.

Mencari pijatan dari terapis, Edy (26) bukan nama sebenarnya, warga Tangerang yang bekerja di Pasar ikan Penjaringan Jakarta Utara mengatakan bahwa faktor penat dan lelah kemudian ia mencari sensasi petualangan seksual alias mencari pijatan dari para terapis cantik dan imut.

“Kenikmatan itu loh bikin saya ke sini lagi. Badan pegal-pegal dan rasa capaeknya hilang semua setelah dipijat terapis,“ akunya lepas begitu saja.

Baca Juga : Tebar Kebaikan, Mahasiswa Satyagama Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Disisi lain, sejumlah warga DKI Jakarta diminta agar Kepala Dinas Parekraf (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) DKI Jakarta, Andika Permata tidak menutup mata terhadap maraknya dugaan  perdagangan manusia di rumah pijat berkedok KTV, Diskotik dan Massage di DKI Jakarta.

Seperti di AB KTV Lounge Live Music Tubagu Angke, yang menggelar acara Dangdut, Diskotik dan Panti Pijat yang diuga hanya memiliki Izin Usaha Karaoke, namun yang ditayangkan Musik Dangdut, Diskotik & Pijat esek esek.

 

Ironisnya, Surya selaku Manager yang merangkap Papi, ketika akan dikonfirmasi langsung mengarahkan wartawan untuk menghadap orang-orang berkulit legam.

Namun wartawan belum bertanya, orang-oarangnya Surya langung nyeletuk. “Lagi sepi bang, ke Top One saja. AB KTV Lounge Live Music dan Top One, pengelolanya sama,” ucap orang berkulit legam itu dan langsung meninggalkan wartawan.

Untuk lebeih jelasnya izin AB KTV Lounge Live Music, diharapkan Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Andika Permata  untuk segera memeriksa perizinan AB KTV Lounge Live Music yang diduga sarat dengan perdagangan manusia. Karenanya, perizinan di AB KTV Lounge Live Music berkedok Panti Pijat harus segera diperiksa.

JIka terbukti AB KTV Lounge Live Music memperdagangkan manusia, tempat hiburan ini harus segera ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara Sumardi, Kasudin Parekraf Jakarta Barat saat dikonfirmasi sedang tidak berada di tempat. ( Radot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here